Skip to content
Axior

CNMG vs DNMG vs WNMG: Perbedaan Bentuk Insert dan Kapan Memakainya

Huruf pertama pada kode insert menentukan bentuknya -- dan bentuk menentukan seberapa kuat mata potong, seberapa banyak sudut yang bisa dijangkau, dan seberapa halus hasilnya. Ini perbandingan tiga bentuk yang paling sering dipakai untuk turning.

Kalau Anda melihat kode insert seperti CNMG120408, huruf pertama (C) adalah bentuk insert. Untuk turning, tiga bentuk yang paling sering dipakai adalah C (80° rhombic), D (55° rhombic), dan W (80° trigon). Ketiganya terlihat mirip – semuanya bersudut – tapi pilihan di antara mereka menentukan hasil kerja Anda.

Aturan dasar: sudut besar = kuat, sudut kecil = fleksibel

Semakin besar sudut ujung mata potong (nose angle), semakin banyak material karbida di belakang mata potong, jadi semakin kuat dan tahan getaran. Semakin kecil sudutnya, semakin runcing insert-nya – bisa menjangkau kontur dan sudut yang lebih rumit, tapi mata potongnya lebih rapuh.

C (CNMG) – 80° rhombic, pilihan default

Insert bentuk C punya dua sudut 80° dan dua sudut 100°. Sudut 80° cukup runcing untuk facing dan turning diameter luar, tapi cukup kuat untuk pemakanan sedang sampai berat.

Pakai C untuk: general turning, facing, roughing sampai finishing ringan pada baja dan stainless. Kalau Anda tidak yakin harus pakai bentuk apa, C hampir selalu jadi titik awal yang benar. Satu insert C juga punya banyak mata potong yang bisa dipakai (indexable), jadi ekonomis.

Batasnya: sudut 80° terlalu tumpul untuk profiling kontur yang dalam atau turning ke arah shoulder yang tajam.

D (DNMG) – 55° rhombic, untuk profiling dan kontur

Insert bentuk D punya sudut 55° yang jauh lebih runcing. Ini memungkinkan satu insert melakukan turning diameter luar dan profiling ke berbagai arah tanpa ganti tool.

Pakai D untuk: kontur, profiling, turning yang butuh menjangkau sudut, dan operasi di mana geometri benda kerja berubah-ubah. Umum dipakai di pekerjaan job-shop yang tidak berulang.

Batasnya: mata potong 55° lebih rapuh. Untuk roughing berat pada material keras, insert D akan lebih cepat aus atau chipping dibanding C. Depth of cut dan feed rate harus lebih konservatif.

W (WNMG) – 80° trigon, tiga mata potong

Bentuk W adalah segitiga dengan sudut yang “dipotong” jadi 80°. Hasilnya: kekuatan mata potong setara insert C (sama-sama 80°), tapi dengan tiga mata potong per sisi, bukan dua – jadi lebih ekonomis per mata potong.

Pakai W untuk: produksi volume tinggi di mana biaya per part penting, general turning dan facing pada baja. Kekuatannya sama seperti C, keunggulannya di jumlah mata potong.

Batasnya: bentuk trigon kurang leluasa untuk profiling dibanding D, dan tidak semua holder menerima insert W – pastikan holder Anda memang untuk bentuk W.

Ringkasan

Bentuk Nose angle Kekuatan Fleksibilitas kontur Paling cocok untuk
C (CNMG) 80° Tinggi Sedang General turning, pilihan default
D (DNMG) 55° Rendah Tinggi Profiling, kontur, job-shop
W (WNMG) 80° Tinggi Rendah Produksi volume, hemat mata potong

Perlu diingat: bentuk insert harus cocok dengan holder-nya. Holder yang dibuat untuk insert C tidak akan menerima insert D atau W, walaupun ukuran lainnya sama – lihat panduan kode holder ISO 5608 untuk penjelasan posisi per posisi.

Langkah cepat

Kalau Anda sudah punya kode insert dan ingin tahu holder mana yang cocok, alat pencari holder kami bisa langsung mencocokkannya dengan katalog. Atau kirim kode insert Anda ke WhatsApp 0815-3344-0777 dan tim kami bantu carikan.

Baca juga: Panduan membaca kode insert ISO 1832 · Memahami clearance angle dan tolerance class pada kode insert

Punya kode insert? Cek holder yang cocok langsung dari data katalog.

Cari tool

Artikel lain